Waspada Bencana Hidrometeorologi saat Natal dan Tahun Baru

Cuaca Ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi (Dok.Sumber : Pixabay by WKIDESIGN)

Memasuki periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menghimbau kepada seluruh mitra K/L, pemerintah daerah dan stakeholder, serta masyarakat untuk terus memonitor perkembangan cuaca, iklim dan gempa bumi, serta peringatan dini kondisi ekstrem (cuaca, gelombang laut, iklim dan tsunami) serta meningkatkan kewaspadaan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi.

Kenali Bencana Hidrometeorologi 

Bencana hidrometeorologi adalah sebuah fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan lapisan atmosfer, hidrologi dan oceanografi yang berpotensi membahayakan, merusak, dan menyebabkan hilangnya nyawa penduduk.

Kepala Sub-bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala ( Dok.Sumber : Photo by www.beritasatu.go.id)

Kepala Sub-bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agie Wandala, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dampaknya dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai parameter, diantaranya peningkatan curah hujan, penurunan curah hujan, suhu ekstrem, cuaca esktrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang serta kilat atau petir, dan lain sebagainya.

Masyarakat perlu meningkatkan kesadarannya terhadap potensi bencana. Ancaman bencana hidrometeorologi bisa terjadi baik di musim kemarau maupun musim hujan. Contoh ancaman bencana hidrometeorologi antara lain :

·       Kekeringan

·       Banjir

·       Tanah Longsor

·       Genangan

·       Banjir Bandang

·       Angin Kencang

·       Pohon Tumbang

·       Jalan Licin

·       Cuaca Ekstrem

 

Kementerian pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan BMKG kerjasama mitigasi bencana alam (Dok.Sumber: Biro Humas Kemenparekraf RI)

3 Saran Mitigasi Menghadapi Bencana Hidrometeorologi 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan 3 saran mitigasi sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi tersebut diantaranya :

  1. Mitigasi secara nomenklatur

Mitigasi secara nomenklatur suatu upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik atau infrastruktur, ini interfensi maupun penyadaran masyarakat.

  1. Edukasi (penyadartahuan) kepada masyarakat

Penyadartahuan kepada masyarakat ini tentunya adalah bentuk edukasi tentang bencana hidrometeorologi dan peningkatan kemampuan mereka dalam menghadapi ancaman bencana. Penyadartahuan atau edukasi ini dilakukan mulai dari kelompok inti di dalam masyarakat, yaitu keluarga. Selain itu, edukasi mitigasi bencana ini juga bisa dilakukan dan diajarkan melalui kurikulim di sekolah-sekolah

Langkah untuk tidak merusak lingkungan ( Dok.Sumber : Freepik by @teksomolika )
  1. Aktivitas yang tidak merusak lingkungan

Berkaitan dengan pengurangan risiko bencana secara fisik-infrastruktur maupun edukasi kepada masyarakat secara umum. Penting bagi masyarakat untuk memulai langkah-langkah untuk tidak merusak lingkungan pada saat melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Beberapa kegiatan yang tidak merusak lingkungan yakni;

  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Menebang pohon yang sudah rapuh
  • Menyimpan air di musim hujan, cadangan di musim kemarau
  • Bijak dalam penggunaan air
  • Kurangi kegiatan menghasilkan emisi gas rumah kaca
  • Beri ruang serapan air untuk lahan yang akan dibangun
  • Tidak menebang pohon atau mengeruk tanah terutama di wilayah lereng gunung atau perbukitan

Waspada Curah Hujan Desember-Januari

Kategori curah hujan menengah hingga tinggi berkisar 100-500 mm per bulan. Sedangkan curah hujan rendah berkisar 0-100 mm per bulan. Prospek/Prediksi curah hujan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022 dimana terdapat periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan dengan kategori tinggi (100-500mm per bulan)

Jadi, kita harus tetap waspada ya Sobat KSR UNS untuk mengantisipasi adanya bencana hidrometeorologi, semoga 3 saran mitigasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diatas bisa membantu kita dalam mengurangi dan menghapus kerugian yang mungkin terjadi, dan jangan lupakan  protokol Kesehatan yakni dengan sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, menghindari keramaian, dan mendapatkan vaksin COVID-19. Waspadai juga virus corona varian baru yaitu varian omicron. Stay safe and stay healthy Sobat KSR UNS! [Humas KSR PMI Unit UNS/Vera Yuliati]

Sumber :

https://www.bmkg.go.id/berita/?p=bmkg-himbau-seluruh-pihak-mewaspadai-ancaman-bencana-hidrometeorologi-jelang-natal-dan-tahun-baru&lang=ID

https://bppps.kemensos.go.id/bahan_bacaan/file_materi/91303puP4m1kaEng.pdf

https://www.ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/bencana-hidrometeorologi

https://www.cnnindonesia.com/tv/20210208135735-400-603652/video-waspada-bencana-hidrometeorologi-4-5

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.