Kegiatan Diklatsar KSR PMI Unit UNS Angkatan XXXV telah resmi diselenggarakan melalui dua tahap, yakni Diklat Ruang dan Diklat Lapang. Diklat Ruang berlangsung pada 21–23 November 2025 di Kampus IV Kleco UNS, kemudian dilanjutkan dengan Diklat Lapang pada 27–30 November 2025 yang berlokasi di Gondosuli, Karanganyar.
Pelaksanaan Diklatsar ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada calon anggota, mulai dari kemampuan pertolongan pertama, tanggap bencana, hingga kepemimpinan. Sebanyak 18 peserta telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dan dikukuhkan secara resmi oleh Azka Zirly Aulia Rahman, selaku Ketua Umum KSR PMI Unit UNS.
“Alhamdulillah kegiatan DIKLATSAR XXXV ini telah terlaksana dengan baik dan tuntas. Semoga hadirnya anggota muda angkatan XXXV ini dapat membawa KSR UNS semakin jaya dan apa yang diberikan oleh kami juga dapat bermanfaat bagi relawan muda kami.” ujar Azka Zirly selaku Ketua Umum KSR PMI Unit UNS.
Salah satu peserta Diklatsar XXXV, Miftahul Hidayah turut berbagi pengalaman, “Diklatsar ini memberikan kesan yang sangat mendalam karena menghadirkan perpaduan pengalaman yang lengkap mulai dari suka, duka, tantangan, hingga kedisiplinan yang dijalani bersama rekan-rekan yang sudah terasa seperti keluarga; seluruh proses kebersamaan dan momen suka maupun sedih membuat kami berkembang, mendorong kami melampaui batas diri, serta menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.”
Melalui penyelenggaraan Diklatsar Angkatan XXXV ini, diharapkan seluruh peserta dapat tumbuh menjadi relawan yang tangguh, memiliki kompetensi yang mumpuni, serta berjiwa kemanusiaan tinggi dengan mentalitas kuat dalam menghadapi berbagai situasi.
Surakarta – KSR PMI Unit UNS telah sukses melaksanakan kegiatan LANTAP (Latihan dan Pemantapan) ke-XXXIV yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Alas Bromo, yang memberikan suasana alam terbuka dan menantang bagi seluruh peserta. Kegiatan LANTAP diikuti oleh 23 peserta dari anggota baru angkatan ke-34 dan menjadi tahapan akhir dari proses pembinaan mereka. Peserta mendapatkan pemantapan melalui praktik langsung dari materi yang sebelumnya telah dipelajari dalam sesi LKPA (Latihan Keterampilan dan Pengembangan Anggota). Fokus utama kegiatan ini adalah pada pelatihan manajemen bencana, yang dirancang untuk membekali calon relawan dengan keterampilan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
“Alhamdulillah kegiatan LANTAP XXXIV ini telah berjalan dengan baik. Semoga LANTAP ini menjadi langkah awal untuk tumbuh menjadi relawan yang tangguh dan terus bergerak untuk kemanusiaan”, ucap Komandan KSR PMI Unit UNS, Azka Zirly Aulia Rahman.
Alia Tasyarifah, selaku komandan lapangan memberi harapan “Semoga ilmu dan pengalaman yang sudah teman-teman dapat kemarin bisa dikembangkan dan berdaya guna untuk kemanusiaan tanpa batas waktu.”
Salah satu peserta LANTAP, Zama, turut menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini. “Menurut aku, LANTAP kemarin sangat seru dan menyenangkan, karena kita belajar hal-hal yang tidak semua orang tahu. Belajarnya juga tidak terbatas di satu bidang saja dan hampir semuanya dipraktikkan langsung.”
Hal ini mencerminkan antusiasme dan nilai positif yang dirasakan oleh peserta selama kegiatan Lantap berlangsung, sekaligus menjadi umpan balik yang membangun untuk penyelenggaraan LANTAP di masa mendatang.
Surakarta ━ Serangkaian kegiatan DIKLATSAR KSR UNS angkatan XXXI telah usai dilaksanakan. DIKLATSAR XXXI berlangsung mulai tanggal 15 Juli – 24 Juli 2022. Pada tahap Diklat Ruang berlokasi di gedung A FKIP UNS Pabelan mulai tanggal 15 – 17 Juli 2022 sedangkan Diklat Lapang berlokasi di Tlogo Dringo, Gondosuli, Karanganyar berlangsung pada tanggal 21 – 24 Juli 2022. Sebanyak 39 orang peserta telah dikukuhkan menjadi bagian dari relawan tangguh KSR UNS pada kegiatan ini. Para peserta dilatih fisik dan mental agar siap menjadi relawan yang sigap mengabdi bagi kegiatan kemanusiaan.
Upacara pembukaan Kegiatan DIKLATSAR KSR PMI Unit UNS Angkatan XXXI (dok. KSR PMI Unit UNS)
Salah satu tamu undangan, Bapak Triyadi Joko Purwanto selaku perwakilan dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNS menyampaikan bahwa KSR UNS merupakan salah satu ORMAWA yang dapat menjadi tempat untuk melatih skill diluar perkuliahan formal yang tentunya dapat berguna untuk dunia kerja setelah menyelesaikan kuliah. Dengan mengikuti KSR UNS yang merupakan organisasi kerelawanan dan kemanusiaan, mahasiswa dapat menambah value bagi diri sendiri. Harapannya diklat ini dapat melahirkan relawan baru yang memiliki kompetensi untuk menolong dan siaga setiap waktu sesuai Hymne PMI.
Peserta DIKLATSAR sedang melaksanakan praktik pertolongan pertama saat diklat lapang (dok. KSR PMI Unit UNS)
“Semoga anggota baru KSR UNS angkatan XXXI dapat berproses dan bertumbuh menjadi relawan hebat, tangguh, serta memiliki kapasitas yang mumpuni. Semangat untuk meneruskan perjuangan kami mengabdikan diri untuk kemanusiaan”, ujar Afrizal Risanto menyampaikan harapannya selaku Ketua Umum KSR PMI Unit UNS.
Peserta melakukan Praktik Evakuasi & Transportasi (dok. KSR PMI Unit UNS)
“Diklat merupakan suatu pelatihan dan tempat pengembangan diri. Keseluruhan dari rangkaian kegiatan Diklatsar KSR UNS sangat berkesan bagi saya. Mulai dari kegiatan, kepanitiaan dan sistem yang digunakan. Maka dari itu saya makin tertarik untuk mengetahui lebih lagi tentang KSR UNS”, tutur Rokhim Adi Prasetyo, mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UNS, salah satu peserta DIKLATSAR XXXI KSR UNS.
Peserta DIKLATSAR XXXI yang lain, Mustika Ayu Dika yang merupakan mahasiswa Sosiologi UNS menambahkan “Diklat kemarin sangat berkesan, karena menjadi acara offline pertama yang saya ikuti setelah pandemi. Selain itu kegiatannya juga keren dan saya merasa mendapat keluarga baru setelah mengikuti Diklat kemarin. Banyak materi baru yang harus dipelajari lebih jauh. Semoga dengan rangkaian diklat kemarin, angkatan XXXI bisa menjadi relawan yang dapat memberi dampak positif untuk KSR UNS”.
Relawan Tangguh KSR PMI Unit UNS Angkatan XXXI (dok. KSR PMI Unit UNS)
Dengan bergabungnya 39 orang relawan tangguh angkatan XXXI KSR PMI Unit UNS diharapkan mampu untuk bermanfaat bagi sesama dan siap menebarkan kebaikan bagi aksi-aksi kemanusiaan kedepannya. [Alissa Revolius/Humas KSR PMI Unit UNS]
Surakarta – Jumat, 20 Mei 2022 telah berlangsung kegiatan pelantikan pengurus Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Universitas Sebelas Maret (KSR PMI Unit UNS) Periode 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, peserta offline bertempat di Ruang Werkudara, Perpustakaan UNS, sedangkan online melalui platform zoom meeting. Acara dimulai pukul 15.30 WIB.
Foto Bersama Tamu Undangan (Sumber: Dok.Humas KSR PMI Unit UNS)
Kegiatan ini dihadiri oleh Barly Shodiq, perwakilan dari PMI Surakarta, Drs. Rohman Agus Pratomo selaku Kepala Biro Mawa UNS serta perwakilan dari KSR Unit se Surakarta dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Universitas di UNS. Pada kegiatan ini Drs. Rohman Agus Pratomo berpesan agar KSR PMI Unit UNS kedepannya selalu menjaga respon cepat dan keprofesionalitasnya dalam berbagai hal khususnya dalam bidang kemanusiaan dan kerelawanan.
Sebanyak 23 orang pengurus resmi dilantik pada kegiatan ini. Kepengurusan KSR PMI Unit UNS Periode 2022 membawa semangat baru dengan mengusung tagline “Bergerak Bersama, Mengabdi Dengan Ikhlas”. Selaras dengan tagline kepengurusan periode 2022 Barly Shodiq selaku perwakilan dari PMI Surakarta berpesan agar KSR PMI Unit UNS terus menjaga dan meningkatkan partisipasi aktifnya untuk bergerak bersama, mengabdi dengan ikhlas dalam berbagai kegiatan kerelawanan dan kemanusiaan khususnya di daerah Surakarta.
Sambutan Ketua Umum Demisioner KSR PMI Unit UNS Periode 2021 (Sumber: Dok.Humas KSR PMI Unit UNS)
“Semoga dengan dilantiknya pengurus periode 2022 ini dapat lebih membawa KSR PMI Unit UNS menuju arah yang jauh lebih baik dan semakin jaya. Semoga dalam keberjalanannya nanti dapat selalu amanah serta dilancarkan hingga ujung masa baktinya” ujar Angga Firda Tamara Ketua Demisioner KSR PMI Unit UNS 2021.
Penyematan Tali Komando kepada Ketua Umum KSR PMI Unit UNS Periode 2022 (Sumber: Dok.Humas KSR PMI Unit UNS)
“Semoga pengurus KSR Unit UNS 2022 diberikan kekuatan untuk menjalankan kepengurusan sepenuh hati dan dapat menjalankan amanahnya” ujar Afrizal Risanto Ketua Umum KSR PMI Unit UNS 2022.
Salah satu peserta, Isma Rahmawati, perwakilan dari SAR UNS mengatakan bahwa semoga untuk tahun ini dan tahun yang akan datang KSR UNS semakin lebih berkembang, semakin maju dalam prestasi, solidaritas dan semangat untuk menjalankan kemanusiaan ini. Ingat satu hal bahwa KSR UNS ini berdiri karena hati nurani kita masing-masing untuk menjalankan kegiatan kemanusiaan yang di mana dengan hati ikhlas.
Selamat atas dilantiknya pengurus baru KSR PMI Unit UNS. Semoga kedepannya KSR UNS semakin jaya. Seluruh pengabdian pengurus baru semoga bermanfaat dan membawa kebaikan untuk KSR UNS dan masyarakat. [ Humas KSR PMI Unit UNS/Dwi Suci Amalia ]
Bagi sebagian besar orang telah menganggap begadang menjadi hal yang lumrah dan banyak yang sering menyepelekan dampak buruknya. Mengantuk dan sering menguap serta rasa tubuh yang tidak bugar merupakan efek yang muncul dari tubuh akibat sering begadang. Namun, tahukah Anda? Risiko begadang dapat memengaruhi konsentrasi dan kondisi fisik Anda. Jika risiko ini dibiarkan dan kebiasaan tersebut disepelekan tentu memberikan dampak buruk yang semakin menumpuk dan menjadi investasi penyakit jangka panjang seperti meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, penyakit jantung, diabetes, penyempitan pembuluh darah dan penurunan kewaspadaan. Waktu tidur cukup bagi orang dewasa yaitu 7-9 jam perhari sedangkan untuk anak-anak membutuhkan 10-13 jam perhari. Namun, kebutuhan tersebut dapat menyesuaikan usia dan aktivitas.
Berikut risiko yang mengintai Anda apabila sering begadang :
Menurunkan konsentrasi
Perlahan otak juga lelah dan membutuhkan istirahat, ketika tidur tubuh memproduksi hormon yang dapat membantu metabolisme tubuh. Kurangnya waktu tidur menurunkan fokus seseorang sehingga rawan terjadi kecelakaan. Selain itu dampak dari kurangnya waktu tidur yang cukup salah satunya adalah masalah psikologis mulai dari timbul kecemasan, suasana hati yang berubah-ubah serta gangguan dalam mengelola emosi. Maka tak heran seseorang yang waktu tidurnya sangat kurang rentan mudah marah atau mengalami kondisi emosional yang lain.
Daya tahan tubuh akan menurun jika seseorang tidur dengan waktu yang kurang, sistem imunitas yang melemah akan membuat tubuh rentan terinfeksi virus, hal inilah yang menyebabkan seseorang mudah sakit. Begadang dapat menimbulkan penyakit seperti stroke, serangan jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Stroke dapat terjadi karena adanya pembuluh darah yang tidak bekerja dengan optimal. Tak hanya itu, begadang menyebabkan orang mudah gemuk karena tubuh akan mudah lapar dan apabila pola makan sulit dijaga dibarengi dengan kebiasaan stress eating maka akan meningkatkan risiko obesitas. Apabila hal ini diremehkan maka dapat membahayakan tubuh Anda sendiri.
Sobat, tak perlu khawatir untuk mencegah agar memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas Anda dapat melakukan hal-hal berikut
• jangan tidur siang di atas jam 3 sore
• jangan bermain gadget sebelum jam tidur
• konsisten memulai tidur di jam yang sama
• jangan mengonsumsi kafein ketika hendak tidur
Konsisten menjaga jam tidur agar tidak berantakan terdengar sulit. Namun, cobalah pelan-pelan mulai dari mempertegas diri sendiri. Sayangi tubuhmu dengan tetap menjaga waktu tidur yang cukup demi kesehatan hari hari, esok, dan masa yang akan datang.
Namun, apabila hal tersebut tidak bisa mengurangi kebiasaan Anda maka konsultasikanlah dengan dokter. Jangan biarkan kebiasaan ini berlangsung lama dan memengaruhi aktivitas Anda. (Humas KSR PMI Unit UNS/Rivani Yuniar)
SURAKARTA – Bencana erupsi Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur mulai terdeteksi ketika adanya asap dari arah Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro pada tanggal 3 Desember 2021. Menanggapi hal tersebut, Universitas Sebelas Maret memberangkatkan beberapa tim relawan untuk terjun membantu korban erupsi Gunung Semeru. Pada Selasa, 14 Desember 2021 Pukul 14.30 WIB dilakukan pemberangkatan Tim Satgas Semeru UNS Sorti Ke-2 dengan anggota tim beberapa diantaranya merupakan anggota KSR UNS yaitu Zahida Farah dan Nur Kholilah tergabung sebagai tim PSP (Psychosocial Support Programme/Program Dukungan Psikososial). Pada Jum’at, 24 Desember 2021, UNS kembali memberangkatkan Tim Satgas Semeru yaitu Sorti Ke-3, dengan salah satu anggota tim merupakan anggota KSR UNS yaitu Lathifah Khoirunnisa’ juga sebagai tim PSP dan menarik Tim Satgas Semeru Sorti Ke-2 kembali ke kampus. Kegiatan ini melibatkan kerjasama dengan beberapa pihak yaitu IKA UNS, SAR UNS, KSR UNS, PMPA Vagus FK UNS dan Psikologi UNS.
Serah terima donasi Tim UNS kepada Panitia Posko SMP Candipuro (Sumber: Dok. KSR UNS)
Program Dukungan Psikososial berupa kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal saat mengalami krisis dalam situasi bencana maupun kecelakaan. Kegiatan ini biasanya ditujukan kepada kelompok masyarakat seperti anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, penyandang cacat, atau pekerja kemanusiaan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan bersama anak-anak yaitu kegiatan motorik dan kegiatan untuk melatih kerjasama, kekompakan, serta keberanian seperti membuat pohon harapan, membuat celengan, lomba puzzle, permainan estafet bola lipat, estafet kelereng, cerdas cermat, dan menulis surat hari ibu. Kegiatan stress healing juga dilakukan bersama ibu/bapak/lansia dengan rentang usia 50-70 tahun diantaranya cek kesehatan, relaksasi berupa senam sehat, melakukan permainan (lomba makan kerupuk, estafet sarung, apit balon, dan rebut kursi), pembagian alat sholat, masker, serta selimut.
Kegiatan stress healing bersama ibu-ibu (Sumber : Dok. KSR UNS)
“Saya sangat merasa senang bisa diberi kesempatan dan kepercayaan untuk turun ke bencana. Saya senang mendapatkan teman baru dengan vibes yang sangat positif dan menyenangkan, mendapatkan pengetahuan baru tentang psikososial, bertemu dan beradaptasi dengan orang-orang baru serta budaya baru” ungkap Lathifah Khoirunnisa’ tentang perasaan dan pengalamannya selama turun bencana.
Kegiatan stress healing bersama anak-anak (Sumber : Dok. KSR UNS)
Nur Kholilah yang menjadi salah satu relawan psikososial dalam tim juga mengatakan bahwa pelajaran dan pendidikan di KSR UNS yang ia dapatkan benar-benar diterapkan, terutama tentang manajemen emosi sebagai relawan. Relawan dimasukkan ke dalam kelompok rentan karena secara tidak langsung relawan juga terdampak tetapi tetap harus menolong secara profesional, itulah dimana kematangan emosi sangat penting dimiliki oleh relawan.
“Menjadi relawan itu harus selalu siap dengan kondisi yang akan dihadapi. Inisiatif, kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan adat istiadat yang ada merupakan hal yang sangat diperlukan. Jangan ragu untuk menjadi relawan karena menjadi relawan itu menyenangkan dan InsyaAllah apa yang dilakukan itu akan menjadi berkah” jelas Zahida Farah dan pesannya untuk teman-teman calon relawan.
Foto Bersama (Sumber : Dok. KSR UNS)
Ketua Umum KSR PMI Unit UNS, Angga Firda Tamara, juga menyampaikan rasa bangga yang dirasakan bahwasannya ada relawan dari KSR UNS yang siap dan berkapasitas untuk diterjunkan membantu korban bencana. Rasa khawatir yang muncul sudah diantisipasi dengan pembekalan dan persiapan yang cukup untuk tiap relawan yang turun. Harapan untuk kedepannya semoga teman-teman yang kemarin turun bisa dijadikan sebagai contoh bagaimana seorang relawan dalam merespon panggilan kemanusiaan. Kita harus siap sedia setiap saat ada panggilan kemanusiaan, pengabdian yang kita berikan niscaya akan berdampak baik bagi mereka yang membutuhkan. [Humas KSR PMI Unit UNS/Aulia Yulia Maryani]
Saat seseorang mengalami kecelakaan, semua tulang pada tubuh beresiko mengalami patah tulang, namun patah tulang pada kaki atau tangan mungkin hal yang jarang mengakibatkan masalah kesehatan untuk jangka panjang. Tetapi bagaimana jika patah tulang terjadi pada sumsum tulang belakang? Tentu akibatnya bisa fatal. Cedera tulang belakang dapat berujung kelumpuhan ataupun kematian.
Ditinjau oleh dr. Vina Setiawan,Spinal cord injury (SCI) atau biasa dikenal dengan Cedera Tulang Belakang adalah suatu jenis trauma fisik yang sangat serius dan cenderung memiliki dampak kesehatan yang permanen dan signifikan terhadap sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari.
Cedera tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirim pesan dari otak ke seluruh bagian tubuh (fungsi motor). Sumsum tulang belakang juga berfungsi untuk mengirim pesan dari tubuh ke otak (fungsi sensor) melalui impuls. Kita dapat merasakan rasa sakit dan menggerakkan anggota tubuh kita, karena impuls yang dikirim melalui sumsum tulang belakang.
Jika sumsum tulang belakang mengalami cedera, maka impuls yang seharusnya dihantarkan ke otak atau sebaliknya tidak dapat dihantarkan dengan baik, hasilnya adalah hilangnya sensasi dan mobilitas sebagian atau total. Cedera tulang belakang pada posisi yang dekat ke leher biasanya akan menyebabkan kelumpuhan di seluruh bagian tubuh.
Macam-macam Spinal cord injury (SCI)
Beberapa macam cedera tulang belakang (Dok: Pinterest by @ThePinJunkyard)
Secara garis besar, cedera tulang belakang dibagi menjadi dua kategori besar yaitu cedera parsial dan cedera total :
Cedera sumsum tulang belakang parsial: Pada cedera parsial, kerusakan saraf hanya terjadi secara sebagian, contohnya mungkin seseorang bisa merasakan sensasi pada kakinya, tetapi tidak bisa menggerakan kaki yang sama. Dalam kasus ini, tingkat fungsi tergantung pada sejauh mana cedera terjadi.
Cedera sumsum tulang belakang total: Sebaliknya, cedera total terjadi ketika sumsum tulang belakang sepenuhnya rusak,sehingga hantaran impuls terputus sepenuhnya. Dengan perawatan dan terapi fisik, Kemungkinan kondisi ini masih bisa diperbaiki.
Cedera sumsum tulang belakang parsial lebih sering terjadi dibandingkan dengan cedera sumsum tulang belakang total. Beberapa jenis yang paling umum dari cedera sumsum tulang belakang parsial meliputi:
Anterior cord syndrome: Jenis cedera ini terjadi di bagian depan sumsum tulang belakang, sehingga merusak jalur motorik dan sensorik di sumsum tulang belakang. Jenis ini mungkin bisa merasakan sensasi sentuhan, tetapi tidak dapat menggerakan anggota gerak.
Central cord syndrome: Cedera ini adalah cedera pada bagian tengah tulang belakang sehingga merusak saraf yang membawa sinyal dari otak ke sumsum tulang belakang. Hilangnya kemampuan motorik halus, kelumpuhan lengan, dan kerusakan parsial, biasanya berkurangnya sensasi sentuhan di kaki sering terjadi.
Sindrom Brown-Sequard: Cedera ini terjadi karena adanya kerusakan pada satu sisi sumsum tulang belakang. Cedera mungkin lebih terasa pada satu sisi tubuh.
Tetraplegia: Cedera biasanya terjadi pada leher, sehingga merusak seluruh persyarafan yang terjadi dari leher ke bawah, sehingga keempat anggota gerak tidak dapat digerakkan.
Paraplegia: Cedera biasanya terjadi pada punggung, sehingga biasanya menyebabkan kelumpuhan pada kedua kaki.
Triplegia: Triplegia menyebabkan hilangnya sensasi dan gerakan di satu lengan dan kedua kaki, dan biasanya terjadi karena cedera sumsum tulang belakang parsial.
Penyebab Spinal cord injury (SCI)
Salah satu kemungkinan penyabab cedera tulang belakang yaitu kecelakaan (Dok: Pinterest by @senivpetro )
Trauma saat kecelakaan mobil, khususnya trauma pada daerah wajah, kepala, dan leher, punggung, atau dada
Jatuh dari ketinggian yang signifikan
Cedera kepala atau tulang belakang saat berolahraga
Penyakit kronis seperti TBC atau tumor yang menyerang pada bagian tulang belakang.
Osteoporosis (pengeroposan tulang) pada lansia
Apa yang harus dilakukan jika menemukan seseorang mengalami Spinal cord injury (SCI) ??
Tindakan saat menjumpai cedera tulang belakang (Dok: Pinterest by @ThePinJunkyard)
Jika seseorang mengalami cedera tulang belakang, maka membutuhkan pertolongan medis segera, jangan melakukan tindakan sembarang jika kurang paham dengan kondisi ini. Hal yang pertama harus dilakukan adalah mencari pertolongan medis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menemukan seseorang yang mengalami cedera tulang belakang, yaitu :
Jangan memindahkan orang itu atau merubah posisi mereka dengan cara apa pun kecuali itu benar-benar diperlukan. Ini termasuk memposisikan ulang kepala orang tersebut atau mencoba melepas helm.
Upayakan orang tersebut untuk tetap berbaring dan tidak bergerak, bahkan jika mereka merasa mampu bangkit dan berjalan sendiri.
Jika orang tersebut tidak bernapas, lakukan CPR atau Resusitasi Jantung Paru (Apabila telah memiliki kemampuan pertolongan pertama). Jangan memiringkan kepala ke belakang, namun. Sebaliknya, gerakkan rahang ke depan.
Beberapa orang yang mengalami cedera tulang belakang bisa sembuh sepenuhnya dan bisa memiliki kualitas hidup yang baik. Namun, ada beberapa efek yang mungkin terjadi yaitu seperti membutuhkan alat bantu tongkat atau kursi roda untuk melakukan aktivitas dan beberapa bahkan mungkin mengalami kelumpuhan dari leher ke bawah. Cedera sumsum tulang belakang memiliki tingkat kesembuhan yang berbeda-beda, karena tingkat kesembuhan cedera sumsum tulang tergantung dari seberapa parah cedera yang dialami.
Nah semoga Informasi menganai Spinal cord injury (SCI) atau Cedera Tulang Belakang diatas bisa bermanfaat yaa Sobat. Mulai dari pengertian, macam-macamnya, penyebab serta hal yang harus kita lakukan saat menemukan seorang yang mengalami cedera tulang belakang. Sobat KSR UNS tetap jaga kesehatan diri yaa dan pastinya selalu berhati-hati apabila berkendara dimanapun dan kapanpun..!! Stay Safe and Stay Healthy [HUMAS KSR PMI Unit UNS/Vera Yuliati]