Kadar Hemoglobin Rendah? Coba Yuk 6 Jus Sehat Penambah Darah

 

Kamu sering ditolak donor darah karena HB rendah? Memiliki riwayat darah rendah alias anemia? Nah, Anemia ini menjadi salah satu penyakit yang menarik kekhawatiran dunia. Menurut World Health Organization, ada 2,3 miliar penduduk di dunia menderita anemia, separuhnya disebabkan zat besi dan lebih dari separuhnya kekurangan zat besi yang berfungsi untuk membentuk hemoglobin.

Sementara di Asia Tenggara dan Afrika memiliki angka anemia yang tertinggi yaitu 85 persen. Sedangkan di Indonesia jumlah penderita anemia menempati posisi tertinggi kelima di dunia.

Eits, tenang, ada banyak cara untuk mengatasi kasus anemia, pada kasus ekstrim penderita harus mendapatkan transfusi darah. Sedangkan untuk kasus anemia ringan, ada berbagai cara asyik yaitu dengan mengonsumsi minuman jus penambah darah. Apa saja? Check this out!

  1. Jus Peterseli

Tanaman herbal yang biasa dipakai sebagai penghias makanan ini adalah alternatif pertama. Tanaman ini ternyata mengandung zat besi, vitamin, atau antioksidan yang bisa mendetokfikasi tubuh. Langkah membuatnya sangat sederhana dengan mem-blend peterseli bersama dengan air putih serta perasan lemon.

  1. Jus Bit

Bit mengandung tinggi zat besi,  yang mampu menambah energi tentunya juga sebagai minuman penambah darah. Warnanya yang merah juga menarik perhatian. Cara membuatnya cukup mudah dengan mem-blend buah bit dan wortel.

  1. Jus Blackberry, Strawberry, dan Apel

Jus penambah buah kali ini mengandung tinggi zat besi, selain itu juga mengandung serat dan antioksidan yang mampu mendetoksiifikasi darah. Sehingga jus ini sangat menyehatkan dan direkomendasikan untuk penderita anemia.

Aneka Buah (sumber : google.com)

  1. Jus Lobak dan Selada Air

Salah satu cara mencegah anemia yang lainnya yakni dengan mengonsumsi sayuran rendah kalori, misalnya : lobak dan selada air. Cara membuatnya dengan mencampur 5 ikat selada air dan 4 buah lobak, jika anda suka tambahkan 2 genggam bayam lalu blend dan beri air secukupnya.

  1. Jus Wortel dan Selada air

Wortel dan selada air merupakan kombinasi resep jus penambah darah dan juga dapat merevitalisasi tubuh. Selain itu, juga dapat menambah asupan serat dan meningkatkan performa fisik maupun mental ketika kekurangan materi. Rutin mengonsumsi resep jus ini dapat mencegah gejalan anemia.

  1. Jus Wortel, Bayam, dan Seledri

Jus penambah darah satu ini  mengandung beragam vitamin dan mineral yang meningkatkan energi ketika Anda menderita kelelahan kronis dan anemia. Tentunya akan efektif menambah darah ketika dikonsumsi rutin.

Nah, itu tadi cara asyik untuk meningkatkan kadah HB dalam tubuh. Gimana? Tertarik mencoba? Yuk segera buat dan salam sehat!(Humas KSR PMI Unit UNS/ Amelia NK)

 

Sumber :honestdocts.com, libang.depkes.go.id

Aksi Sosial Para Relawan untuk Sungai Pepe

SURAKARTA – Ratusan relawan dari berbagai instansi mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai Pepe didepan terminal Tirtonadi, Minggu (24/2). Acara ini dihadiri kurang lebih 200 orang relawan dari BPBD, BASARNAS, SAR UNS, SAR MTA, SAR RAJAWALI, PMI dan instansi yang lainnya. KSR PMI Unit UNS sebagai bagian dari PMI Kota Surakarta turut serta dalam serangkaian acara tersebut dengan mengirimkan 11 relawan, jumlahnya cukup banyak dibandingkan dengan KSR Unit lain.

Acara yang diadakan oleh BPBD ini merupakan hasil dari koordinasi instansi-instansi yang ada, antara lain BPBD, BASARNAS, PMI dan instansi lainnya. Kerjasama ini membahas berbagai kegiatan bermanfaat, dan kegiatan positif seperti forum sikaturahmi. Kemudian disepakati kegiatan bersih-bersih sungai di Tirtonadi sambil mensosialisasikan atau mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Ini merupakan acara yang pertama kali diadakan oleh BPBD.

Rangkaiankegiatan diawali dengan senam yang diikuti para relawan dan warga sekitar. Setelah itu langsung diadakan koordinasi berupa pembagian kerja antara lain : bagian bersih-bersih sungai, bagian mengambil sampah, bagian promosi atau edukasi ke masyarakat dan bagian dapur umum.

“Harapannya acara ini bukan acara terakhir tetapi akan acara yang lain, saya pribadi dan teman-teman optimis, kita punya potensi besar dan insyaallah pada tahun 2019 ini akan menjadi lebih baik lagi dari tahun kemarin. Kita akan membuat kegiatan yang memiliki nilai lebih dibanding tahun sebelumnya.” menurut Krisnantiyo Bayu Aji selaku kepala seksi bidang SDM dan Penanggulangan Bencana sekaligus mewakili PMI Surakarta dalam acara susur sungai.

Pelantikan Pengurus KSR UNS Periode 2019 “Selaras Bersama, Mengabdi dengan Cinta”

KSR Pagi!!!

Penetapan pengurus KSR PMI Unit UNS Periode 2019 telah terlaksana pada hari Selasa (19/2) pukul 16.00 WIB di Ruang Sidang IV Rektorat Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kegiatan ini melantik 23 orang pengurus baru KSR PMI Unit UNS periode 2019 yang menggantikan Pengurus Periode 2018 dibawah Ketua Umum Wawan Yudianto. Ditandai dengan penyerahan jabatan kepada Ketua Umum Terpilih Muhammad Arif Sudarsono. Sumpah Jabatan pun dilaksanakan sekaligus mengawali secara legal periode Pengurus 2019.

Pelantikan pengurus KSR PMI Unit UNS periode 2019 ini dihadiri oleh Rahmad Budiarto selaku Alumni KSR, Drs. Rohman Agus Pratomo selaku Kepala Biro Mawa UNS, dr. Arina selaku perwakilan PMI Kota Surakarta, perwakilan KSR Unit se Surakarta dan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas di UNS

Dalam kegiatan ini Pak Tomi berpesan bahwa dalam kepengurusan ini kita dapat belajar berorganisasi dan menambah pengalaman dalam berhubungan dengan orang lain dengan sifat masing- masing yang berbeda.

Kilas Balik Bencana Alam di Tahun 2018

Telah terjadi banyak bencana di Indonesia sepanjang tahun 2018 lalu. Beberapa diantaranya berdampak parah pada kerusakan infrastruktur dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Menurut data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (31/12/2018) total kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia per 30 Desember 2018 mencapai 2.564 bencana.
Ribuan bencana tersebut menyebabkan 3.349 orang meninggal, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, 10,2 juta orang mengungsi dan terdampak bencana, 319.527 unit rumah rusak dan ribuan fasilitas umum rusak.

Lokasi Potensi Gempa Bumi di Indonesia (Sumber: magma.vsi.esdm.go.id)

Rangkaian bencana di Indonesia yang pertama yaitu gempa bumi di Lebak, Banten pada 23 Januari 2018 yang terasa hingga Jakarta, menyebabkan 479 rumah di wilayah Banten dan Jawa Barat rusak

Memuncak pada gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok yang menyebabkan 481 orang meninggal dan gempa 7,4 SR di Sulawesi Tengah yang mengakibatkan 2.113 orang meninggal. Berakhir dengan longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Jumlah bencana alam tahun 2018 memang lebih sedikit dari pada tahun 2017 yang mencatat 2.862 bencana. Namun jumlah korban pada tahun 2017 jauh lebih rendah, yaitu 378 kasus kematian, dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 3.349 kasus kematian.

 

Pemberian bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

(Sumber: instagram/palangmerah_indonesia)

Hingga saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) terus berupaya memberikan bantuan kepada seluruh warga yang terdampak bencana alam. Relawan PMI dari berbagai daerah turut membantu dalam memberikan bantuan kepada para korban.

Bebagai kegiatan yang dilakukan relawan PMI tersebut berupa assesment, evakuasi, pertolongan pertama, dapur umum, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta upaya pemulihan psikologis bagi warga yang terdampak bencana tersebut.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Seabad Lebih Terbentuk, Kini Ancaman Anak Krakatau Semakin Nyata

PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Badan Geologi ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) telah menaikan status Anak Gunung Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Dengan adanya kenaikkan status Anak Gunung Krakatau menjadi Siaga tersebut, zona berbahaya yang semula 2 km ditingkatkan menjadi 5 km. Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas  dalam radius 5 km dari puncak kawah. Hal ini dikarenakan terdapat bahaya erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.

Anak Gunung Krakatau sendiri telah kembali aktif dan memasuki fase erupsi mulai 29 Juli 2018 dan terus meningkat hingga sekarang. Pada Agustus 2018 lalu, gunung yang terletak di Selat Sunda ini erupsi sebanyak 576 kali dalam sehari.

 

Peta Zona Cincin Api (Sumber: google)

Anak Gunung Krakatau merupakan satu dari 127 gunung berapi di Indonesia yang berada dalam zona cincin api. Sebagaimana diketahui, salah satu zona vulkanik paling aktif di dunia adalah zona cincin api atau yang biasa disebut ring of fire. Zona cincin api tersebut membentang dari pesisir barat Amerika kemudian sepanjang Aleutian Alaska dan turun ke pesisir timur Asia.

 

 

Anak Gunung Krakatau yang semula tidak ada, merupakan hasil letusan Gunung Krakatau setelah 40 tahun. Pada 26 sampai 27 Agustus 1883 terjadi letusan amat dahsyat yang menghancurkan hampir 60 persen tubuh Krakatau di bagian tengahnya, lalu terbentuklah Lubang Kaldera.

Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan, serta sebagian Gunung Rakata di mana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter.

Anak Krakatau mulai terlihat pada 29 Desember 1927 ketika sejumlah nelayan dari Jawa menyaksikan ada uap dan abu muncul dari Kaldera yang masih aktif. Setiap bulan Kaldera yang kemudian disebut  Anak Gunung Krakatau bertambah tinggi sekitar 0,5 meter atau 6 meter per tahun.

Sampai saat ini Anak Gunung Krakatau termasuk gunung yang masih aktif dan sewaktu-waktu bisa meletus, untuk itu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih terus memantau aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Dengan adanya fenomena ini Palang Merah Indonesia (PMI) turut terlibat dalam penyediaan lokasi evakuasi apabila terjadi bencana. Salah satu tempat yang disediakan adalah Kota Cilegon, seperti : Gunung Cipala, Gunung Batur, dan lain-lain.

Sumber: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

IFRC: Selamatkan Kongo, Cegah Penyebaran Wabah Ebola

Masa inkubasi virus Ebola biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Gejala ini biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada kondisi tersebut, orang yang terpapar virus Ebola mulai mengalami masalah pendarahan.

               Penyakit demam berdarah Ebola adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus EbolaSetidaknya 27 orang tewas dalam wabah Ebola yang pertama kali dikonfirmasi sejak pada 8 Mei 2018. Pada 21 Mei 2018, di Strain Zaire sebanyak 21 sampel telah di tes positif terkena virus Ebola. Ada 46 kasus yang diduga demam berdarah dan 26 kasus kematian.

Republik Demokratik Kongo dalam sejarahnya pernah menjadi negara dengan penderita Ebola tertinggi kedua di dunia setelah Afrika Barat. Oleh karena itu dibentuk tim spesialis yang terdiri dari staf dan sukarelawan IFRC, ICRC dan Republik Kongo yang bekerja sama dengan masyarakat.

Pengendalian epidemi wabah Ebola di Republik Kongo melalui penekanan pada pengawasan berbasis masyarakat dan pelacakan kontak, penguburan yang aman dan bermartabat serta mendukung rumah sakit, desinfeksi rumah tangga, dukungan psikososial dan peningkatan air serta sanitasi khususnya di penjara.

Upaya ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran wabah Ebola terutama di Bikoro, Iboko, dan Wangata di Provinsi Equateur. Selain itu, dilakukan permohonan darurat Internasional berupa 1,6 juta Franc Swiss selama 6 bulan mendatang.

IFRC dan Palang Merah Republik Kongo bekerja atas tanggapan terkoordinasi yang lebih besar bersama otoritas pemerintah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mitra internasional dan nasional lainnya. Peran utama tim Palang Merah yakni memfasilitasi deteksi dini dan melawan transmisi wabah Ebola.

“Kita harus tetap waspada dan terus perkuat pengawasan berbasis masyarakat. Resiko penyebaran di dalam dan luar negeri tetaplah nyata,” kata Dr Fatoumata Nafo-Traoré, Direktur Regional IFRC untuk Afrika.

 

Sumber : media.ifrc.org

ICRC: Restoring Family Links, Layanan ICRC Guna Permudah Pencarian Korban Bencana

Bencana yang besar baru-baru ini melanda wilayah Perairan Selat Sunda. Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) pukul 21.35 telah menimbulkan banyak kerugian material maupun korban jiwa yaitu sebanyak 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka dan 128 orang dinyatakan masih hilang.Menurut BMKG bencana Tsunami di Banten dan Lampung tersebut datang tanpa adanya gempa,maupun angin topan yang besar.

Selain banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, banyak keluarga yang hilang dan terpisah tanpa tahu keberadaan maupun keadaannya. Berdasarkan laporan BNPB sebanyak 128 orang masih dinyatakan hilang (update Senin 24/12/18 pukul 17.00 WIB).

Dalam merespons bencana Tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung, ICRC (Komite Internasional Palang Merah) bekerjasama dengan PMI (Palang merah Indonesia) menyediakan layanan Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Links/RFL).

Pemulihan hubungan keluarga bukan berarti pemulihan hubungan keluarga yang terpisah dikarenakan konflik dalam keluarga. Melainkan pemulihan hubungan keluarga akibat Tsunami yang terjadi.

RFL atau pemulihan hubungan keluarga dapat dilakukan dengan mengakses situs   http://familylinks.icrc.org/lampung-banten untuk mendaftarkan orang hilang maupun melaporkan diri bahwa selamat dari bencana Tsunami di Banten dan Lampung.

Melalui layanan RFL tersebut informasi mengenai pencarian orang hilang dan orang yang telah melaporkan bahwa mereka selamat dari bencana Tsunami di Banten dan Lampung melalui daftar sejumlah nama yang disediakan atas laporan kehilangan maupun yang menyatakan bahwa dirinya telah selamat

Dengan adanya layanan RFL ini diharapkan dapat memulihkan kembali hubungan keluarga, memberikan kepastian atas nasib seseorang serta mencegah perpisahan.