IFRC: Selamatkan Kongo, Cegah Penyebaran Wabah Ebola

Masa inkubasi virus Ebola biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Gejala ini biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada kondisi tersebut, orang yang terpapar virus Ebola mulai mengalami masalah pendarahan.

               Penyakit demam berdarah Ebola adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus EbolaSetidaknya 27 orang tewas dalam wabah Ebola yang pertama kali dikonfirmasi sejak pada 8 Mei 2018. Pada 21 Mei 2018, di Strain Zaire sebanyak 21 sampel telah di tes positif terkena virus Ebola. Ada 46 kasus yang diduga demam berdarah dan 26 kasus kematian.

Republik Demokratik Kongo dalam sejarahnya pernah menjadi negara dengan penderita Ebola tertinggi kedua di dunia setelah Afrika Barat. Oleh karena itu dibentuk tim spesialis yang terdiri dari staf dan sukarelawan IFRC, ICRC dan Republik Kongo yang bekerja sama dengan masyarakat.

Pengendalian epidemi wabah Ebola di Republik Kongo melalui penekanan pada pengawasan berbasis masyarakat dan pelacakan kontak, penguburan yang aman dan bermartabat serta mendukung rumah sakit, desinfeksi rumah tangga, dukungan psikososial dan peningkatan air serta sanitasi khususnya di penjara.

Upaya ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran wabah Ebola terutama di Bikoro, Iboko, dan Wangata di Provinsi Equateur. Selain itu, dilakukan permohonan darurat Internasional berupa 1,6 juta Franc Swiss selama 6 bulan mendatang.

IFRC dan Palang Merah Republik Kongo bekerja atas tanggapan terkoordinasi yang lebih besar bersama otoritas pemerintah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mitra internasional dan nasional lainnya. Peran utama tim Palang Merah yakni memfasilitasi deteksi dini dan melawan transmisi wabah Ebola.

“Kita harus tetap waspada dan terus perkuat pengawasan berbasis masyarakat. Resiko penyebaran di dalam dan luar negeri tetaplah nyata,” kata Dr Fatoumata Nafo-Traoré, Direktur Regional IFRC untuk Afrika.

 

Sumber : media.ifrc.org

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.